Jan
30
2009

perjalanan oracle instance dari idle ke open

Bagaimana perjalanan instance ketika posisi dari idle atau shutdown menuju ke kondisi open agar database bisa di gunakan.

aktivitas administrasi yang biasa dilakukan pada instance adalah startup, shutdown dan alter. secara umum proses startup adalah sebagai berikut :

  1. Database idle (shutdown)
    background proses belum naik memori belum dialokasikan
  2. Database nomount
    background proses dinaikkan memori dialokasikan sesuai dengan konfigurasi yang ada di dalam SPFILE atau PFILE
  3. Database mount
    instance membaca control file. control file ini berisi mengenai konfigurasi database sesuai dengan parameter file.
  4. Database open
    instance telah membaca datafile dan file-file pendukung lainnya dan database siap diakses dan digunakan

berikut ini ilustrasi bagaimana instance dari kondisi idle menuju open

step by step oracle instance

step by step oracle instance

  • dari idle menuju nomount diharuskan tersedia spile/pfile.
  • dari nomount menuju mount diharuskan tersedia control file.
  • dari mount menuju open diharuskan tersedia datafile, log file dan file pendukung lainnya.

Incoming search terms:

  • instance adalah

Random Posts

About the Author: Tommy Sinaryuda

5 Comments + Add Comment

  • mantafff

  • mau nanya, listener sudah dalam keadaan status up!tetapi kenapa database instance tidak mau ya?padahal servicenya udah di restart berulang-ulang.
    mohon pencerahannya dan solusinya agar database dapat berjalan.terima kasih

  • LANGKAH-LANGKAH MERANCANG DATABASE

    Laksanakan langkah-langkah demi langkah, jangan sekaligus menganalisa dan
    merancang semua data dalam spesifikasi.

    1. Mulai dengan minimal, satu tabel, berdasar makna fungsi yang dibutuhkan. Dalam
    contoh kita, makna stok barang adalah quantity on hand untuk setiap barang.
    2. Kembangkan struktur dari tabel ini, dengan makin menyertakan detil spesifikasi.
    Dalam contoh kita, quantity on hand disetiap gudang – maka perlu ditambahkan
    field “gudang”. Demikian juga dengan penambahan kode_barang.
    3. Bila ada duplikat data (data sama di lebih dari satu baris) dan sudah ada wakilnya
    pisahkanlah ditabel lain yang dihubungkan dengan tabel asalnya.
    4. Fungsi berbeda biasanya memerlukan tabel terpisah; dalam contoh kita, fungsi
    “transaksi stok”. Kita perlu tabel untuk menyimpan transaksi. Hubungkan dengan
    tabel utama (umumnya disebut master dalam system batch) agar data terkait
    dikedua tabel sinkron (integritas terjaga)

    Makin besar dan rumit database yang harus kita rancang, teknik praktis ini makin
    lebih terbukti efektivitasnya, dibandingkan dengan menggunakan teknik normalisasi
    secara formal.

    Semoga bermanfaat.

    Salam dari kami :
    KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA

  • mas tambah lagi dunk biar mantab ++

  • Elmu yg sangat luar biasa,
    btw, tampilan blog e lebih fresh sekarang, mantap!

Leave a comment